Apa itu Investasi Bodong, MLM, Ponzi, Money Game, Direct Selling

Apa itu investasi bodong ?, sebenarnya saya sudah lama sekali ingin membahas topik ini, tapi saya mau mencari waktu yang tepat. Dan akhirnya, lagi lagi orang Indonesia boncos, lagi – lagi orang Indonesia kena bodoh, dibodohi lagi oleh money game.

Investasi bodong
Investasi bodong

Perbedaan Money Game, Multi Level Marketing ( MLM ), Direct Selling

Jadi kali ini saya akan bahas dengan detail, apasih perbedaan money game, multi level marketing, sama direct selling, saya akan membahas tuntas. Gara – gara money game yang barusan kali ini tertangkap besar – besaran di media.

Misterkom hari ini mau memberikan sebuah edukasi yang benar tentang perbedaan dari money game, kemudian muti level marketing, sama direct selling. Karena di masyarakat menengah kebawah, sering mereka itu bingung dan tidak bisa membedakan.

Kita sekarang tahu bahwa media beberapa hari ini sedang mengangkat adanya suatu skema aplikasi, yang bernama me mails, yang berhasil menghimpun dana masyarakat sejumlah 120 miliyar di Jawa Timur dalam waktu 6 bulan saja, WOW ngeri kali… .

Nah anda sekarang lihat waktu launchingnya, saya juga perhatikan di web dan sebagainya itu sampai di Gelora Bung Karno dan manggil artis, sejak konten ini saya buat ada beberapa nama artis masih diusut, saya tidak tahu itu kena atau tidak, itu hanya endorse kah, atau hanya diundang sebagai bintang tamu kah, atau juga menerima komisi kah, saya tidak tahu dan saya tidak peduli tentang itu.

Saya hari ini hanya membahas, kenapa masih banyak masyarakat Indonesia ini mau di bodohi. Disini saya akan gamblang dan jelas tuntas apasih sebenarnya perbedaan utamanya.

Jadi saya mau bedakan dulu yang pertama, saya mau cerita dulu tentang

Sejarah Money Game

Jadi gini, money game itu sebetulnya sudah jelas – jelas menganut atau mengadopo sistem Ponzi. Apa itu Sistem Ponzi ? jadi Ponzi itu sebetulnya kalau menurut sejarah adalah suatu sistem skema penipuan yang diciptakan oleh Charles Ponzi. Nah, jadi Charles Ponzi itu adalah sebuah modus investasi palsu yang membayarkan keuntungan kepada para investor dari uang mereka sendiri atau dari uang yang dibayarkan oleh investor yang berikutnya, bukan keuntungan yang diperoleh oleh individu atau organisasi yang menjalankan operas ini.

Dalam Skema Ponzi biasanya merayu investor baru dengan memberikan tawaran keuntungan yang lebih tinggi dibandingkan dengan investasi lain dalam jangka pendek. Dengan tingkat pengembalian yang terlalu tinggi atau luar biasa konsisten. Untuk menjaga skema ini terus berjalan membutuhkan aliran yang terus meningkat dari uang yang didapat dari investor baru.

Siapa Sasaran Dari Money Game ini ?

Nah money game ini selalu menyasar orang – orang baru yang masih polos dan lugu. Biasanya ke generasi muda, atau mereka yang tidak kenal dengan internet, atau orang – orang yang edukasinya rendah.

Atau bahkan pelakunya adalah orang itu – itu saja yang memang sudah paham sekali tentang skema ini. Dan mereka melakukan ini terus menerus karena mereka pernah tertipu dan karena mereka pernah tertipu, mereka akan menipu orang lain.

Skema Ponzi

Sekarang saya bicara kembali ke skema Ponzi atau money game. Money game ini adalah sebuah skema. Contoh kita tahu pernah di marakkan 2 tahun yang lalu, itu pernah dengar yang namanya dream of freedom atau MMM atau apalah itu namanya saya tidak tahulah itu namanya apa.

Singkat cerita semua skema – skema seperti itu mirip – mirip itu adalah taruh uang disini, kalau deposito menjanjikan imbalan 0.75% perbulan, atau bisa7% sampai 8% pertahun. Nah kalau skema Ponzi ini dia bisa menawarkan 30% Perbulan WOW. 30% perbulan itu sama dengan 360% pertahun.

Nah sedangkan Ponzi itu berani menawarkan sampai segitu, sedangkan bank saja yang diawasi oleh OJK itu menghimpun dana masyarakat hanya bisa memberikan maksimal 6 – 7 % satu tahun, anda bisa lihat 7% ke 360% itu jumlahnya jauh sekali

Pertanyaan saya dari mana dia bisa membayarkan orang 360% ? jawabanya ya dari uang kamu sendiri atau dari uang member baru yang direkrut akhirnya uang member baru ini membayar orang diatas.

Nah skema seperti ini yang menjadi pembodohan masyarakat. Sekarang kalau anda di iming – imingi “ayo taruh uang 10 juta dan nanti bulan depan uang kamu akan cair 3 juta, nanti 3 bulan modal kamu akan balik 10 juta dan kamu tidak usah kerja, tertarik tidak ? ”

Ya tertarik lah, kamu tidak perlu kerja sebulan dikasih 3 juta. Mungkin sekarang kamu kerja gaji kamu 3 juta, lalu kamu taru uang 10 juta dan terima lagi 3 juta dan bulan itu anda gajian 6 juta, anda pasti tertarik kan ? . Tetapi anda sedang terkena tipu.

Nah pertanyaannya sekarang begini, anda itu masuk di kapan ?

Anda masuk di skema Ponzi ini masih awal atau ketika skema Ponzi ini sudah berjalan sekian waktu ?

Kalo masih di awal kemungkinan besar uang anda kembali itu besar, tapi kalau anda sudah berjalan sekian waktu dan saya tidak tahu sekian waktu itu berapa lama, entah 6 bulan atau setahun, bisa juga 2 tahun mungkin.

Singkat cerita yang di belakang itu akhirnya kalau anda “ loh benar kan ? dapat kan 3 jutanya ?”  dan dia yakinkan investor baru lagi “Nah benar kan komisi saya keluar 3 juta”  nah ini benar kan bunga saya keluar 3 juta, ngapai taruh uang di bank, ngapain taruh uang di reksadana, ngapain nabung saham, ngapain nabung emas ? seperti yang saya ajarkan nih taruh aja di skema ini, contohnya seperti itu.

“ini loh sudah terbukti artis ini sudah ikut, tokoh agama ini sudah kut, publik figur ini sudah ikut” namanya investor baru kalau dirayu seperti itu ya pasti kena makan lah. Dan akhirnya dia berani 10 juta, 3 juta keluar dan dia masuk 100 juta dan benar keluar 30 juta, wah ini hebat ini, terakhir uangnya tidak ada, dia gadaikan rumah 1 M. cair 1 M ditaruh disana dengan iming – iming dapat 300 juta.

“gila gua gak kerja apa – apa sebulan terima 300 juta”

Ponzi, money game, itulah perbedaan yang paling utama. Ayo silahkan tulis di komentar siapa yang pernah tertipu bisnis sejenis ini. Siapa yang pernah dirayu kemudian akhirnya setor uang. Saya ucapkan selamat hehe… jangan marah anggap saja itu proses dari pembelajaran.

Masalahnya manusia itu begini, kadang setelah saya kasih konten seperti ini memang ada yang semakin pintar, ada yang semakin cerdas, tetapi ada yang masih penasaran.

“Wah saya pernah kena makan ini pak uang saya 20 M, gara – gara kondisi seperti ini pak, saya jengkel, mending saya ciptakan money game sendiri” Nah itulah pelaku – pelakunya.

Ibaratkan kalau anda itu misalkan ke masjid dan anda sedang shalat jum’at, eh tiba – tiba setelah shalat jum’at usai sandal kamu hilang, kamu jengkel kan? Sudah sandal hilang, helm hilang. Nah akhirnya anda daripada pusing anda ambil sandal orang lain dan helmnya orang lain juga kamu ambil. Nah itulah cara yang tidak etis dan tidak bertangung jawab kalau anda hari ini melakukan cara itu.

Kurang lebih Ponzi itu seperti itu. Itu namanya ngerampok uan orang tetapi secara halus.

Nah yang kedua sekarang perbedaaannya Ponzi dengan

Multi Leve Marketing Itu Apa ?

Multi Level Marketing
Multi Level Marketing

Begini, anda harus tahu MLM atau multi leveling marketing ini banyak orang membahas tapi saya tidak pernah mau bahas. Kali ini saya akan bahas dengan gamblang perbedaannya supaya anda mengerti dengan jelas.

MLM atau Multi Leveling Marketing itu adalah suatu sistem pemasaran saja dan suatu sistem pembagian bonus.

Jadi MLM itu sebenarnya hanya dua, sistem pemasaran dengan sistem pembagian bonus.

Namanya aja multi level marketing, pemasaran berjenjang. Ada orang itu hanya single level marketing atau SLM. Jadi hari ini saya jual dengan reseller dan selesai itu namanya SLM.

Sedangkan multi level itu saya bagi komisinya itu berjenjang. Jadi orang yang ngerekrut orang lagi, ngerekrut orang lagi, ngerekrut orang lagi, orang bawah tetap dapat komisi, dan saya tetap dapat komisi dari generasi pertama, dua, tiga, empat dan seterusnya.

Apa Yang Salah Dengan MLM ?

Sebenarnya tidak ada yang salah dengan cara kerja multi level marketing karena ini namanya kalau bahasa sekarang “referral”. saya mereferensikan ke orang, saya mereferensikan orang dan saya dapat komisi dari hasil referen tersebut. Itu tidak salah karena anda menceritakan sesuatu yang baik.

Tapi yang menjadi masalah adalah seringkali skema Ponzi itu menggunakan strategi multi level marketing. Sehingga masyarakat kita yang polos ini yang hanya melihat dari berita, mereka hanya melihat dari teman yang ditipu. Akhirnya mereka kalau mendengar kata MLM itu seolah – olah mereka itu mendengarkan setan mau masuk kedalam rumahnya, padahal mereka tidak mendapatkan informasi yang jelas. Dan akhirnya disamakanlah MLM ini dengan Ponzi dan money game.

Dan itu sangat tidak fair bagi orang yang menjalankan bisnis MLM. Ponzi itu sama sekali tidak ada produk, produk itu biasanya samar – samar, produk tidak terlalu diutamakan. Kalaupun ada itu hanya sekedar kedok atau sebagai syarat bahwa “loh ini bisnisnya ada real produknya, dan sebagainya.” Padahal produknya tidak ada manfaatnya sama sekali.

Contoh seperti me mails itu boleh dikatakan hanya aplikasi penghimpun dana untuk membantu masyarakat bawah blab la bla.., tapi produknya itu tidak ada, dia seolah – olah seperti koperasi gitu loh. Seperti zaman dahulu ada yang namanya kospin atau arisan berjangka, atau apalah namanya itu.. ponmas lah atau apalah itu era 20 tahun yang lalu itu hampir sama dengan sekarang. Tapi menjanjikan pengembalian yang sangat tidak masuk akal. Nah tapi cara merekrut membernya itu menggunakan sistem pemasaran multi level marketing.

Jadi komisinya berjenjang kalau kamu berhasil ke rekrut 1, komisinya mungkin 30%, orang kedua 5%, orang ketiga itu 3% nah itu namanya multi level marketing.

Apakah salah multi level marketing ?

Yah tidak salah. itu kan hanya suatu strategi pemasaran, tetapi masyarakat kita sering kali tidak bisa membedakan apa MLM dan money game. Dari sini sudah sangat jelas ya?

jadi multi level marketing itu tidak salah tetapi seringkali multi level marketing ini dijadikan kambing hitam. Akibat ulah si ponzi.

sebenarnya multi level marketing itu sudah dijalankan sehari-hari tetapi kita tidak sadar

Contohnya Anda hari ini ke salon, kalau anda ke salon potong rambut 10 kali  gratis satu, lalu kalau kamu mengajak satau teman kamu tidak ada salahnya jika mendapat diskon 10% 

Bukankah salon itu juga menjalankan sistem multi level marketing ?

restoran juga sama kamu hari ini cocok dan enak, kamu referensikan ke orang.

kan itu sama saja daripada anda membayar salesman atau anda iklan. Kan lebih baik dengan cara referal. Itu kan namanya iklan berjalan salahkah ? harusnya tidak salah.

sehingga multi level marketing yang benar itu harus  ada bisnisnya yang real, sektornya yang real, produknya yang real. yang memang bukan mengutamakan komisi nya bukan mengutamakan rewardnya, tapi manfaat produknya.

MLM Salah Jika ?

kenapa hari ini anda makan ke restoran ? karena Anda memang doyan makanan di restoran itu.

contoh restoran itu menjual bebek, ya memang Anda doyan dengan bebeknya, bukan karena anda ingin mengejar komisinya. Ngerti maksud saya kan.

Tapi alangkah baiknya si pemilik restoran itu memberikan Anda komisi karena mereka mereferensikan teman. Memang jarang sih tapi ada gitu loh.

daripada dia iklan menggunakan bintang atau artis mempromosikan kopi contohnya atau mempromosikan makanan dengan brand ambassador siapa, itu komisinya sama.

daripada komisi ini saya berikan bintang iklan, lebih baik saya bayar ke setiap orang yang memperkenalkan restoran saya.

Nah Itulah multi level marketing kurang lebih sudah jelas ya ?

Sekarang yang ke-3

Apa Itu Direct Selling ?

direct selling
Direct Selling

direct selling dari namanya saja “penjualan langsung”. Direct selling ini sendiri sebenarnya di Amerika atau di dunia sudah ada badan resminya namanya WFDSA, singkatan dari world federation of direct selling association..

Kemudian di Indonesia ada contohnya WFDSA dan itu namanya APLI, APLI ini di bawah menteri perdagangan KADIN. API  itu “asosiasi Perdagangan langsung Indonesia” dan itu sudah berdiri cukup lama di indonesia.

nah jadi segala sesuatu industri yang bergerak di bidang direct selling itu harus terdaftar di anggota APLI. Dan harus mempunyai syarat SIUPL “surat izin usaha pemasaran langsung”.

ketika hari ini Anda di tawarkan bisnis multi level marketing atau direct selling cek dulu ada APLI nya tidak ? Ada SIUPL nua tidak ?

Kemudian Anda perhatikan cara promosinya

Anda harus perhatikan kalau direct selling dia menekankan penjualan produk, manfaat produk. 

contohnya dia jual makanan kesehatan ya dia jelaskan fungsi makanan kesehatan itu apa.

Misalnya dia jual produk Tupperware, maka dia akan menceritakan Tupperware itu apa, kemudian dia akan menceritakan fungsinya. (Saya bukan endorse Tupperware ya tapi salah satu contohnya) dia itu mempromosikan produk untuk penyimpanan kemasan, atau botol air minum, atau seperti Tumbler, atau penyimpanan buah-buahan, atau penyimpan daging supaya tidak busuk dan sebagainya. Itu memang manfaat produknya seperti tu.

jadi dia tidak perlu gembor – gembor, “nanti kalau kamu join ini kamu akan dapat mobil kamu bisa dapat kapal pesiar” Tidak, dia sama sekali tidak mau menceritakan itu tapi dia mengutamakan tentang penjualan daripada manfaat produknya.

baru yang kedua yang dipresentasikan baru bonusnya atau rewardnya nah itu direct selling.

Kesimpulan

Jadi dari sini dari tiga pembahasan ini anda sudah sangat jelas mana yang money game atau ponzi, mana yang multi level marketing mana direct Selling.

multi level marketing dan direct selling itu kurang lebih 11/12 hampir mirip – mirip. Tapi Perbedaan utamanya disini dan ini sudah saya bahas.

Multi level marketing itu ciri khasnya adalah sistem pemasaran rekrut. rekrut orang, produknya dikesampingkan, rekrut nomor 1. sedangkan direct selling adalah penjualan, jadi harus jualan produk.

Nah ini perbedaan yang paling utama jadi kalau anda sudah bisa membedakan mana jualan dan mana rekrut, itulah perbedaan multi level marketing dan direct selling.

kalau Anda pernah ditawarkan suatu bisnis “ini rekrut orang saja tidak perlu jualan” itu pasti multi level marketing tapi cek dulu apakah dia anggota APLI. kalau dia bukan anggota APLI, hati-hati itu jangan-jangan mengarah yang pertama yaitu ponzi.

sedangkan direct selling dia pasti cerita soal produknya, manfaatnya, kesehatannya, seperti layaknya orang jualan.

3 Penyebab Pemula Gagal Bisnis Online [Berbagi Pengalaman]

Penutup

Demikian penjelasan saya singkat ini tentang 3 hal tersebut. semoga dengan adanya konten ini tidak ada lagi orang yang tergiur oleh investasi yang tidak masuk akal. 1 bulan 30% lah, tidak perlu cari orang lah, tidak berjualan lah, tidak perlu tutup poin lah.

Itu semua istilah-istilah yang sering dipakai oleh kebanyakan ponzi. ada banyak orang menceritakan seperti itu, itu adalah strategi untuk menarik minat orang. Dan akhirnya orang itu diserang rasa malesnya.

semoga dengan konten yang saya buat hari ini membuka wawasan anda tentang apa beda money game, MLM, dan direct selling.

Semoga anda lebih cerdas dan lebih pintar dan anda hari ini akan mendapatkan informasi yang jauh lebih luar biasa.

Dropship di Marketplace Ide Bisnis ter Gila [Sharing Pengalaman]