Memahami Cara Kerja Content Funnels

Memahami Cara Kerja Content Funnels
Memahami Cara Kerja Content Funnels

Cara Kerja Content Funnels – Apakah kamu pernah mendengar sebuah quote seperti ini “Content is King” atau “Konten adalah Raja”? Yap, memang quote itu benar apa adanya. Semakin bagus konten mu, maka akan semakin erat hubungan mu dengan para audience.

Maka dari itu, sekarang kita akan mencoba mempelajari dan memahami Cara Kerja dari Content Funnels.

Sebelumnya kita telah membahas mengenai Bagian-Bagian Penting dalam Digital Marketing. Jadi, kamu bisa coba baca artikel tersebut terlebih dulu. Karena artikel ini merupakan pembahasan lebih dalam dari artikel tersebut.

Content Funnels

Sama-sama kita ketahui, bahwa konten merupakan salah satu dari tiga bagian yang membangun Digital Marketing. Nah, dalam konten ada yang namanya Content Funnels.

Memahami Cara Kerja Content Funnels
Memahami Cara Kerja Content Funnels

Content Funnels ini merupakan gambaran alur sederhana, bagaimana sebuah konten dapat menggaet interaksi para pembaca.

Kan gak mungkin, kamu tiba-tiba bikin sebuah Channel, katakan akun Instagram, terus semua posting itu isinya jualan desain. Mungkin bisa saja meraih closingan, tapi itu sangat jarang sekali.

Malah saya lihat, kebanyakan akun Instagram yang isi nya itu cuman jualan, ternyata jualannya malah gak ada yang ngelirik.

Jadi, ini lah pentingnya memahami Content Funnels. Sehingga, kita bisa memperkirakan kapan waktu yang tepat untuk memasarkan sebuah produk.

Satu hal yang perlu dipahami, berjualan itu seperti mencari pasangan. Pertamanya pasti kenalan dulu, gak mungkin langsung main tembak aja.

Hal serupa pun terjadi ketika ingin memasarkan atau menjual sebuah produk.

7 Tahap Cara Kerja Content Funnels

Memahami Cara Kerja Content Funnels
Memahami Cara Kerja Content Funnels

1. Visit Channel

Pada tahap pertama ini, seorang pengunjung akan melihat dan mengunjungi akun Instagram yang telah kamu buat, dia akan membaca postingan demi postingan yang kamu sediakan.

Jika konten yang disajikan itu berhasil membuat dia merasa nyaman dan cocok, maka si pengunjung akan melangkah menuju tahap selanjutnya.

2. Subscribe / Follow

Jika kasusnya adalah blog, maka kamu akan mendapatkan ajakan melalui pop up untuk berlangganan konten via email, ketika telah membaca sebuah artikel dalam jangka waktu tertentu.

Tapi, karena kasusnya adalah di Instagram, maka aksinya adalah memfollow akun milik kamu. Tujuan dia memfollow adalah untuk mendapatkan konten-konten bermanfaat lainnya. Sehingga tahap selanjutnya adalah?

3. Content

Konten, konten dan konten. Yap, semakin banyak follower dan subscriber yang kamu miliki. Maka kamu harus semakin rajin membuat konten.

Apakah jika sudah menginjak tahap ini sudah bisa berjualan? Bisa, tapi lebih baik tunda dulu. Tetap berikan konten yang bermanfaat. Hingga banyak dari mereka membagikan setiap posting yang kamu tulis di Story akun mereka.

Semakin banyak yang melakukan aksi demikian, maka sudah saatnya menuju tahap berikutnya.

4. Engagement

Selamat, kamu udah sampai di tahap Engagement, yang berarti pertunangan. Namun, dalam marketing ini berarti interaksi yang terbentuk antara kamu dan audience, sudah sangat intens.

Efeknya, para audience sudah menaruh kepercayaan lebih kepada dirimu. Kalau udah gini, kamu sudah bisa melangkah ke tahap berikutnya. Ini merupakan tahap yang paling kamu nanti-nanti.

Eits, sebelumnya kamu harus tahu hal ini. Untuk membentuk Engagement yang lebih cepat dan lebih tinggi nilainya, kamu bisa coba manfaatkan Story Instagram.

Kan ada tuh fitur dari Instagram untuk bertanya, kamu bisa coba manfaatkan ini untuk berinteraksi lebih dengan para audience mu.

5. Offer

Selanjutnya, kamu bisa mulai menjual produk yang ingin kamu jual. Pastikan jangan sampai kamu menjual barang, yang tidak ada hubungannya dengan konten yang selama ini kamu sajikan.

Misalkan, kamu seorang Desainer Logo. Jangan sampai kamu menjual obat kuat atau peninggi. Jika kamu nekad, ini akan merusak Engagement yang selama ini dibangun.

6. Closing

Singkatnya, produk yang kamu jual mencapai closing atau dalam kata umumnya laris manis. Selanjutnya jika sudah mencapai tahap ini, apa lagi yang harus dilakukan? Apakah sudah selesai?

Jawabannya, BELUM.

Kamu harus masuk ke tahap yang terakhir, yakni After Sales.

7. After Sales

Sesuai namanya, After Sales merupakan tahap yang mengelola arah selanjutnya bagi para pembeli produk. Pada tahap ini, kamu bisa memberikan perhatian lebih kepada mereka.

Seperti, bertanya sudah bagaimana tingkatan kepuasan, testimoni, saran dan lain halnya. Ini membuat mereka berpeluang besar menjadi pelanggan terhadap produk yang kamu jual.

Penutupan Cara Kerja Content Funnels

Jadi, begitulah artikel mengenai Memahami Cara Kerja Content Funnels. Semoga artikel ini bermanfaat. Sampai jumpa di artikel berikutnya.

Terimakasih.