Hukum Dropship Dalam Islam Haram atau Halal

Hukum Dropship – Sekarang banyak banget ya orang termasuk saya pribadi juga yang menerima informasi itu hanya langsung ditangkap tanpa di kaji lebih dalam lagi. Apalagi di era digital ini, di era informasi yang menyebarnya sangat luar biasa.

Hukum Dropship
Hukum Dropship

Banyak banget dari kita yang hanya menerimanya saja tanpa mengkaji atau mencari tahu lebih lebih dalam lagi. Dari situ saya berpikir kenapa kalau mendapatkan informasi  kita nggak cari faktor Why?(kenapa) Nya terlebih dahulu.

Misalnya ada informasi  A informasi B janganlah langsung di  tangkap tapi kita cari tahu dulu faktor kenapa. Kenapa disimpulkan sepeti itu ?. Jadi kita harus mempertimbangkan Faktor Why?.

Sama di dalam bisnis dropship, kalau saya di Tanya mengenai hukum dropship itu haram atau halal ? ya saya bilang tergantung. Karena dropship itu luas banget kalau kita kaji lagi.

Sebelum Menyimpulkan Hukum Dropship Coba kita Perhatikan Konsep Dropship

Dropship itu kan intinya kita menjualkan barang orang lain seperti yang saya jelaskan di artikel sebelumnya (baca artikel Sebelumnya biar lebih paham). Itu kan berarti kita makelar barang, kita nggak punya modal, kita hanya menjembatani orang yang mempunyai barang dengan orang yang membutuhkan barang. Berarti dalam bahasa umumnya dropship itu sama dengan makelar.

Hukum Makelar itu Haram Atau Halal ?

Silahkan anda jawab sendiri dan silahkan melanjutkan membaca

Contoh seperti ini :

saya ngobrol dengan seorang teman si A tiba-tiba dia bilang “saya mau jual gitar nih seperti bla bla bla tapi susah banget” dia hanya mengatakan seperti itu tanpa ingin kita bantu. Di hari berikutnya saya ketemu teman yang berbeda sebut saja si B, kebetulan dia mencari Gitar lalu kita ingat kemarin si A jual gitar. Si A Jual gitar dan Si B Butuh Gitar otomatis kita pertemukan dong. Lalu bedanya apa sama dropship kan hampir sama juga. Cuma bedanya itu makelar jaman dulu. Sekarang ini eranya sudah digital. Tapi konsepnya ya hampir sama Cuma bedanya dulu offline ketemu langsung sekarang dengan media internet yang lebih memudahkan tanpa keluar rumah.

Dari cerita tersebut anda bisa mnyimpulkan Hukum Dropship Haram atau Haram

Contoh kedua :

Saya punya kenalan orang yang punya sorum mobil, lalu saya dating ke sorum tersebut. Bilang sama ke  yang punya “boleh nggak saya bantu jualin, nanti harganya saya naikkan sekian atau dapat komisi sekian” jadi kita jalin kerjasama sama yang punya sorum.

Setelah kita dapat ijin sama yang punya sorum kita tinggal tawarin ke orang-orang. Harga aslinya misalkan 50jt lalu kita jual 60jt lalu si pembeli itu deal Lalu kita pertemukan pemilik barangnya supaya si pembeli itu melihat barangnya.

Bedanya apa sih ? itu kalau dulu sebelum adanya internet itu ketemu dulu. Tapi kalau online ya gabisa lihat barangnya. Meskipun kita bukan dropship, kita punya produk sendiri misalnya lalu kita pasarkan lewat online, ya sama sama tidak lihat barangnya orang.

Lalu apa yang salah dengan konsep dropship ini

Kalo saya bilang hukum dropship ini ya bisa jadi haram bisa jadi halal. Saya bukan orang yang ahli agama ya tapi, dari logika saya itu misalnya kita tidak izin pemilik barang mungkin itu bisa jadi tidak halal. Bisa jadi loh ya saya ya nggak tau juga.

Kalo kita izin, misalkan kita cari suplyer dari tokopedia lalu kita minta kontaknya lalu kita wa atau telfon lalu kita bilang “saya mau dropshipin barangnya lalu harganya saya naikkin sendiri” kalo dijawab boleh ya udah aman. Yang penting kita tidak ada niatan menipu atau merugikan orang lain. Kembali ke niatnya masing masing.

Lalu sistem keamanan dropship di marketplace

Dropship di martketplace itu konsepnya ada keamanannya. Misal ada pembeli membeli barang kita, dia transfernya ke pihak marketplace bukan ke kita, lalu kita hubungi pemilik produk yang kita jual untuk mengirimkan barang ke pembeli. Setelah barang diterima pembeli baru uangnaya akan cair ke kita.

Misalkan jika kita menolak pesanan karena stok barang habis. Apakah pembeli akan merasa dirugikan ? tidak akan karena uang mereka masih ditahan di pihak marketplace dan akan dikembalikan lagi.

Jadi kalo masalah hukum ya saya berpendapat seperti ini menurut logika saya. Saya mecari tahu orang bicara halal haram itu logikanya apa sih? Faktornya apa sih?.

Kalo saya pribadi tetep saya kaji lagi. Saya cari tahu konsepnya seperti apa dan yang tidak kalah penting juga saya cari – cari sumber dari para Kyai yang benar benar ahli dalam bidang agama.

Jadi kita berbisnis itu juga harus ada dasarnya. Itu tadi menurut pendapat saya dan saya bukan orang yag ahli agama, saya bisa jadi bener bisa jadi salah. Tapi setidaknya dengan ini minimal anda bisa berpikir ulang tidak hanya menurut si A gini menurut B gini lalu di tangkap mentah mentah. Tapi harus dikaji lagi anda harus makai logika kalau perlu dikonsultasikan pada yang ahli bidangnya.

Hukum Dropship Menurut Buya Yahya

berikut adalah kutipan ceramah dari Buya Yahya dari https://www.youtube.com/watch?v=hbew2-fLSco

Mahzab Imam Syafi’i : Pembeli harus melihat barang yang akan dibeli sehingga tidak terjadi penipuan.

Mahzab Imam Malik : Asalkan disebut sifat-sifatnya yang sudah bisa dibayangkan oleh pembeli maka itu sudah sah.

Mahzab Abu Hanifah : Tidak perlu disebutkan sifatnya. misalkan saya punya mobil kamu mau beli ?. mobilnya seperti apa tidak peduli.

Cuma Syariat Islam itu indah, ngayomi tidak boleh ada yang tertipu. makanya dalam mazhab jumhur semuanya mengatakan ujungnya harus ada yang namanya khiyar. kalo nanti brangnya tidak sesuai maka pembeli berhak membatalkannya.

Anda bisa berpendapat mengenai hukum dropship haram atau halal dengan komentar dibawah ini nanti kita diskusikan bersama. Jika artikel ini bermanfaat alangkah baiknya jika dibagikan kepada orang lain supaya lebih bermanfaan.