Mengenal Jenis Traffic Temperature Untuk Bisnis Anda

Kembali lagi di Misterkom, setelah sebelumnya kita belajar tentang Memahami Cara Kerja Content Funnels. Sekarang kita akan mempelajari materi lebih lanjutnya, yakni Mengenal Jenis – Jenis Traffic Temperature.

Mengenal Jenis-Jenis Traffic Temperature
Mengenal Jenis-Jenis Traffic Temperature

Tapi sebelum kita menginjak ke pembahasan utama, dikarenakan artikel ini merupakan artikel lanjutan. Jadi, pastikan kamu sudah mempelajari artikel mengenai Digital Marketing sebelumnya, disini.

Oke jika sudah, kita langsung masuk ke sajian utama hari ini.

Pengertian Traffic Temperature

Traffic Temperature atau Suhu Lalu Lintas, dalam hal ini lalu lintas pengunjung channel mu, bisa Blog, Akun Instagram, Halaman Facebook atau yang lainnya.

Mengenal Jenis-Jenis Traffic Temperature
Mengenal Jenis-Jenis Traffic Temperature

Jadi, setiap pengunjung itu memiliki latar belakang dan pengetahuan yang berbeda mengenai channel mu. Atau, dalam pembahasan sebelumnya kita sudah mengenal 7 Tahapan Dari Content Funnels.

Pengunjung pertama, dia seorang yang sudah ada di tahap Engagement. Sehingga, dia sudah sangat tahu mengenai channel yang kamu buat itu.

Bahkan, dia pun sering mengomentari dan membagikan posting yang kamu buat pada Story Instagramnya. Dia sangat suka dengan Channel dan konten mu.

Ada pengunjung kedua, dia seorang yang baru nemu postingan mu. Dia masih scroll liat-liat konten apa sih yang kamu sajikan. Dia belum menentukan suka atau tidak dengan channel mu.

Produk yang kamu jual, sudah pasti akan menarik hati pengunjung pertama. Tapi bagaimana dengan pengunjung kedua? Dia akan langsung melewati postingan itu.

Nah dari kedua pengunjung tersebut, kamu harus bisa mengidentifikasi suhunya, sehingga kamu mampu memberikan aksi yang sesuai dan tepat sasaran.

3 Jenis Traffic Temperature

3 Jenis Traffic Temperature
3 Jenis Traffic Temperature

Nah, Traffic Temperature atau Suhu Lalu Lintas memiliki 3 Jenis, sebagai berikut :

1. Cold

Jenis suhu yang pertama, Cold atau Dingin. Yap, suhu ini disandingkan pada mereka yang baru mengunjungi Channel mu.

Persis seperti Pengunjung B diatas. Karakteristik dari mereka itu adalah mencoba mencari tahu mengenai kecocokan dan kesesuaian dirinya dengan Channel mu.

Dalam 7 Tahap Funnels, mereka yang ada di suhu Cold ini duduk di tahap Visit Channel, Follow/Subscribe dan Content.

2. Warm

Selanjutnya, ada suhu Warm atau hangat. Nah, karakteristik mereka yang suhunya sedang hangat adalah selalu menunggu konten-konten mu, mereka akan cemas jika channel kamu seminggu tidak ada update konten.

Mereka menaruh kepercayaan lebih kepada mu. Sehingga, orang yang ada di suhu warm ini akan sangat tertarik sekali terhadap produk yang kamu jual.

Rata-rata mereka yang ada di suhu ini adalah mereka yang berada di tahap Engagement dan Offer.

3. Hot

Terakhir Hot atau Panas, ini adalah puncak dari Traffic Temperature. Mereka yang ada di puncak memiliki karakter yang berapi-api sesuai namanya.

Ketika kamu membuat Presales atau Preorder, mereka akan langsung memesan produk tersebut. Mereka sangat antusias sekali terhadap produk baru yang kamu jual.

Bahkan, mereka tak segan untuk mempromosikan dan merekomendasikan produk yang kamu jual kepada orang lain. Dapat Endorse gratis bro.

Katakan lah mereka yang ada di suhu Hot ini adalah pelanggan.

Mereka yang ada di suhu ini, sedang berada di tahap Closing dan After Sales.

Seperti sedang memegang bola api, kamu harus bisa memanajemen dan mengorganisir mereka dengan sangat baik, mengapa?

Karena ketika mereka mengalami hal buruk, mereka akan memberikan penilaian yang sangat buruk pula, yang kemungkinan akan berdampak pada hilangnya kepercayaan orang lain untuk membeli produk mu.

Jadi, enak enak ngeri juga sih kalau berhadapan sama mereka yang ada di Suhu Hot ini.

Penutupan

Mungkin, cukup segitu aja pembahasan mengenai Mengenal Jenis-Jenis Traffic Temperature. Seperti biasa, jika kamu punya pertanyaan untuk didiskusikan. Komentar aja dengan sopan dibawah.

Jangan lupa, bagikan artikel ini ke teman-teman mu. Sampai jumpa dan nantikan artikel-artikel selanjutnya.

Terimakasih.